Berita

AS Ungkap Alasan Pembatasan Impor Produk China

Pembatasan impor produk China oleh Amerika Serikat

Jakarta, CNBC Indonesia – (AS) baru-baru ini mengungkapkan alasan yang mendasari kebijakan berbagai produk dari . Brendan Carr, Ketua Komisi Komunikasi Federal AS (FCC), menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendorong percepatan produksi dalam negeri serta mengatasi risiko yang dapat mengancam .

Carr menyatakan bahwa pemerintah AS ingin menarik kembali investasi ke dalam negeri dan mengembangkan komponen yang menjadi elemen penting bagi keamanan nasional. “Kami memberi tahu orang-orang bahwa sekarang adalah waktunya memindahkan banyak investasi ke dalam negeri dan mengembangkannya menjadi apa yang bisa menjadi elemen penting dari keamanan nasional kami,” ujarnya, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

Saat ini, FCC telah melarang sejumlah model baru dari produk teknologi asing, termasuk drone, router, robot, dan inverter daya sejak bulan Desember lalu. Meskipun memberikan pengecualian bagi pemasok non-China, kebijakan ini pada dasarnya menutup akses bagi produsen asal China ke pasar AS.

Selama bulan lalu, FCC juga melarang impor robot humanoid dan robot berkaki empat dari China, serta inverter daya yang mampu terhubung ke jaringan listrik. Perangkat-perangkat ini berfungsi untuk menghubungkan sumber energi terbarukan dan baterai ke jaringan listrik serta peralatan pusat data. Kebijakan ini mendapatkan reaksi balasan dari pemerintah China awal pekan ini.

Lebih lanjut, FCC tengah merencanakan larangan impor untuk model baru komponen pusat data dari China yang dikenal sebagai optical transceivers. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi infrastruktur yang menjadi dasar pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Menanggapi laporan tersebut, Carr menegaskan bahwa keputusan mengenai produk apa saja yang akan ditambahkan ke daftar pembatasan adalah wewenang pemerintah eksekutif dan lembaga keamanan nasional. “Keputusan mengenai apa yang akan ditambahkan didorong oleh cabang eksekutif dan lembaga keamanan nasional. Mereka yang membuat keputusan. Kami kemudian menerapkan keputusan yang mereka buat,” jelas Carr.

Di sisi lain, Komisaris FCC dari Partai Demokrat, Anna Gomez, menyatakan dukungannya terhadap langkah Carr yang berfokus pada keamanan nasional, tetapi juga mengkritik proses penerapan kebijakan tersebut. Ia menyebutkan bahwa banyak perusahaan Amerika dan pemimpin industri mengungkapkan kekhawatiran terkait penerapan kebijakan teknologi FCC yang dinilai tidak teratur dan kacau.

“Jika kita ingin menghindari kesan memihak kepada pihak tertentu, kita membutuhkan transparansi. Jika tidak, ini justru terlihat seperti kebijakan industri,” tambah Gomez.

Kebijakan yang diambil oleh AS ini tidak hanya berdampak pada perekonomian domestik tetapi juga berpotensi mempengaruhi hubungan perdagangan internasional, termasuk dengan Indonesia yang juga terlibat dalam jaringan pasokan global.

Tagged , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *